Dear Mom,
Aku sangat merindukanmu, sejak kepergianmu, rasanya hampa sekali, Rasanya baru kemarin kehilangan Bapa, 1st bro, dan kak eka. Disaat aku sudah mulai mengikhlaskan mereka, menerima takdir yang tidak bisa kusangkal. kemudian mama menyusul mereka bertiga, mengikuti mereka. Semoga kalian berempat diterima disisinya, dan ya benar dari sekian ribu alasan untuk aku balik kampung, salah satunya untuk dekat sama si mami, tetap menggemgam tangannya dan menemaninya tapi sekarang alasan itu sudah tidak ada lagi untuk ku tetap tinggal di Desa ini, atau mungkin akan merantau entah untuk beberapa bulan tahun, entahlah, Entah mengapa setelah kepergiannya, aku semakin menyadari menyadari bahwa selama ini aku tidak punya seorang ayah ditumbuh kembangku karena selama ini Beliau yang cover semuanya, Mami yang menjadi seorang super hero, menjadi seorang ayah dan juga Ibu yang megajariku tentang berbagi, mengasihi, melatih kemandirian seperti melatih mandiri mengatur keuangan sendiri, keberanian didalam berbagai hal, baik mencoba berenang disungai yang dalam bahkan sampai keDanau, walaupun beliau tidak bisa mengendarai, beliau selalu ikut saat aku belajar mengemudi atau naik motor, beliau yang mengajariku dan mengenalkannku dunia pekerjaannya yaitu bertani, mengajariku juga diDapur, megajariku tentang adat-istiadat dan masih banyak lagi, jadi wajar, kalau selama ini aku sangat mengidolakan belau. Dan sekarang aku kehilangan sosok itu. Sosok Ibu yang melahirkanku yang berperan sebagai Ayah, Ibu bagitku. Memang sangat berat berdamai dengan semuanya dengan mengikhlaskan takdir yang tidak bisa aku tolak, takdir yang tak kuinginkan bukan pula kupilih dan takdir ini tidak bisa kuingkari, semoga aku bisa menjalani takdirku dan berdamai dari Takdir ini. Kita punya rencana tapi Tuhan punya cara. Semoga Mami Tenang di Sana 💓 Dan menjadi Pendoa bagi kami.
No comments:
Post a Comment